doa nabi musa untuk memudahkan menyelesaikan urusan dan kemudahan berbicara

Di posting oleh DEDIDINA pada 01:39 AM, 26-Apr-12

Di: religi islami

Do’a agar diberi
Kemudahan
Menyelesaikan
Urusan dan
Kemudahan
Berbicara [05:34 PM, 24-Apr-12] Do'a Nabi Musa Untuk
kelapangan dada dan
kemudahan Urusan
Doa ini sangat bagus
diucapkan jika kita
sedang menghadapi suatu tantangan, permasalahan,
cobaan, tugas,atau ujian.
Dahulu doa ini diucapkan
oleh Nabi Musa a.s ketika
dia mendapat perintah
dari Alloh utk berdakwah pada Fir'aun. Waktu itu
Nabi Musa mempunyai
kelemahan pada lidahnya
yang kaku. Cara Pengamalan nya:
1. Baca Istigfar 100x
2. Baca Sholawat Nabi
100x
3. Baca Lahaola wala
quwwata 100x 4. Baca Do'a ini 21x setiap
habis sholat Isya, dan
Baca 3x ketika kita
mempunyai masalah,
tugas, ujian, dan akan
menghadapi nya. ﻢﻴﻈﻌﻟﺍ ﻪﻠﻟﺍﻭﺮﻔﻐﺘﺳﺍ ﺪﻤﺤﻣ ﻦﻳﺪﻴﺳ ﻞﻋ ﻲﻠﺻ ﻪﻠﻟﺍ ﻪﻠﻟﺍ ﺏ ﻻﺍ ﺓﻮﻗﻻﻭ ﻝﻮﺣﻻ ﻢﻴﻈﻌﻟﺍ ﻲﻠﻌﻟﺍ ْﻲِﻟْﺮِّﺴَﻳَﻭ ِﺭْﺪَﺻ ْﻲِﻟ ْﺡَﺮْﺷ ﺍ ِّﺏَﺭ ْﻦِﻣ ًﺓَﺪْﻘُﻋ ْﻞُﻠْﺣﺍَﻭ ْﻱِﺮْﻣَﺍ ْﻲِﻟْﻮَﻗ ْﻮُﻬَﻘْﻔَﻳ ْﻲِﻧﺎَﺴِﻟ Robbisy rohlii shodri wa
yassyirlii amrii wahlul
uqdatammillisaanii
yafqohuu qoulii.
Qs Thaaha 20 : 25 - 28 Artinya: "Ya Tuhan,
lapangkanlah dadaku,
mudahkanlah segala
urusanku, dan
lepaskanlah kekakuan
lidahku, agar mereka mengerti perkataanku."
Qs Thaaha 20 : 25 - 28 Membaca Istigfar adalah
agar kita selalu minta
ampun pada Alloh atas
dosa2 yang pernah kita
lakukan, membaca
Sholawat sebagai kecintaan kita kepada
Nabi Muhammad, dan
Lahaola sebagai pasrah
nya kita kepada Alloh,
karena hanya atas
kehendak dan kuasa Nya apa yang kita maksudkan
bisa tercapai. Berdoa saat mengalami
kesulitan, ُﻪَﺘْﻠَﻌَﺟ ﺎَﻣ َّﻻِﺇ َﻞْﻬَﺳ ﻻ َّﻢُﻬَّﻠﻟَﺍ
َﻥْﺰَﺤْﻟﺍ ُﻞَﻌْﺠَﺗ َﺖْﻧَﺃ َﻭ ًﻼْﻬَﺳ ًﻼْﻬَﺳ َﺖْﺌِﺷ ﺍَﺫِﺇ Allaahumma Laa Sahla Illaa
Maa Ja’altahu Sahlaa Wa
Anta Taj’alul Hazna Idza
Syi’ta Sahlaa “Ya Allah, tidak ada
kemudahan kecuali apa
yang Engkau jadikan
mudah. Dan apabila
Engkau berkehendak,
Engkau akan menjadikan kesusahan menjadi
kemudahan.” (HR. Ibnu Hibban dalam
Shahihnya no. 2427, Ibnu
Sunni dalam Amal al-Yaum
wa al-Lailah no. 351, Abu
Nu’aim dalam Akhbar
Ashfahan: 2/305, Imam Al-Ashbahani dalam al-
Targhib: 1/131. Syaikh
Al-Albani
menshahihkannya dalam
Silsilah Shahihah 6/902,
no. 2886 dan mengatakan, “Isnadnya
shahih sesuai syarat
Muslim.”)

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

Komentar terbaru dinonaktifkan pada posting ini.